TUGAS PORTOFOLIO. Disusun untuk memenuhi tugas PRAKTIKUM BIMBINGAN KONSELING KELOMPOK. Dosen pengampu : Dra. Hj. Nur Wahyumiani, MA NAMA :JANDIKO SAPUTRA NIM :12144200045 PRODI :BIMBINGAN KONSELING KELAS :6A2 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA 2015 Tugas portofolio. A. Pengertian bimbingan konseling kelompok. 1. Pengertian bimbingan. Secara garis besar, bimbingan dapat dimaknai sebagai proses bantuan yang bertujuan membantu individu membuat keputusan penting dalam hidupnya yang biasanya terjadi pada seting pendidikan atau persekolahan. Bimbingan lebih bersifat pencegahan ( preventif ) yaitu bantuan untuk membantu individu dalam beradaptasi dan mencapai proses perkembangannya baik secara pribadi, intelektual, social, emosi, dan karirnya. 2. Pengertian konseling. Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara atau media lainnya ( sms, bbm, telpon, email,chatting, dan lainnya ) oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah , agar bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi sehingga mampu menyesuaikan diri lebih efektif dilingkungannya berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi individu yang memiliki masalah tersebut. 3. Pengertian kelompok. Kelompok pada dasarnya terbentuk dari sejumlah orang yang memiliki tujuan yang sama dan akhirnya membentuk suatu kelompok, kelompok juga bisa dibentuk dengan cara pemberitahuan. 4. Pengertian bimbingan kelompok. Menurut W.S.Winkel dan M.M. Sri Hastuti. (2004:111). Kegiatan bimbingan kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sejumlah individu dalam bentuk kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk membahas topik tertentu yang dipimpin oleh pemimpin kelompok bertujuan menunjang pemahaman, pengembangan dan pertimbangan pengambilan keputusan/ tindakan individu. 5. Pengertian konseling kelompok. Menurut jantika nurihsan (2006:24 ) yang mengatakan bahwa konseling kelompok adalah suatu bantuan kepada individu dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, serta diarahkan pada pemberian kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. 6. Pengertian bimbingan konseling kelompok. Proses pemberian bantuan oleh seorang yang ahli untuk siswa atau individu dengan system kelompok baik disekolah atau dimasyarakat agar individu atau kelompok tersebut berkembang secara optimal dalam hubungan social melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung agar mencapai proses perkembangannya baik secara pribadi, intelektual, social, emosi, dan karirnya. Dan bersifat preventif ( pencegahan ) dan kuratif ( penyembuhan ) serta kelompok tersebut terbetuk karena adanya suatu tujuan yang sama atau pun dengan pemberitahuan sebelumnya. B. Tujuan bimbingan konseling kelompok. Menurut winkel (1997:544 ) bimbingan konseling kelompok dilakukan untuk beeberapa tujuan, yaitu : 1. Masing-masing anggota kelompok memahami dirinya sendiri dengan baik dan menemukan dirinya sendiri. 2. Anggota kelompok menetapkan sesuatu sasaran yang ingin mereka capai, yang diwujudkan dengan sikap dari perilaku yang lebih konstruktif. 3. Para anggota kelompok mengembangkan kemampuan berkomunikasi satu sama lain sehingga mereka dapat saling memberikan bantuan dalam menyelesaikan tugas perkembangan yang khas pada fase perkembangan mereka. 4. Para anggota kelompok menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan lebih mampu menghayati perasaan orang lain. 5. Anggota kelompok lebih menyadari dan menghayati makna dan kehidupan manusia sebagai kehidupan bersama, yang mengandung tuntutan menerima orang lain dan harapan akan diterima orang lain. C. Manfaat bimbingan konseling kelompok. Dengan memperhatikan definisi bimbingan konseling kelompok sebagaimana telah disebutkan di atas, maka kita dapat mengatakan bahwa bimbingan konseling kelompok mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi layanan kuratif, yaitu layanan yang diarahkan untuk mengatasi persoalan yang dialami individu, serta fungsi layanan preventif, yaitu layanan konseling yang diarahkan untuk mencegah terjadinya persoalan pada diri individu. D. Macam-macam bimbingan konseling kelompok. Dalam bimbingan konseling kelompok terdapat berbagai macam bimbingan konseling kelompok yaitu : 1. Diskusi kelompok. Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana murid-murid akanmendapat kesempatan untuk memecahkan masalah bersama-sama. Setiap murid dapat menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suaru masalah. Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggungjawab dan harga diri. Masalah yang mungkin dapat diduskusikan antara lain: - pembagian kerja dalam suatu kegiatan kelompok - perencanaan suatu kegiatan - masalah-masalah pekerjaan - masalah belajar - masalah penggunaan waktu senggang - masalah persahabatan, keluarga dsb. Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin 2. Karyawisata. Karyawisata atau field trip selain berfungsi sebagai kegiatan rekreasi atau metode mengajar, dapat pula berfungsi sebagai salah satu tehnik dalam bimbingan kelompok. Denagn berkaryawisata murid mendapat kesempatan meninjau objek-objek yang menarik dan mereka mendapat informasi yang lebih baik dari objek itu. Disamping itu murid-murid mendapat kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam kehidupan kelompok, misalnya dalam berorganisasi, kerja sama, rasa tanggungjawab, percaya pada diri sendiri. Juga dapat mengembangkan bakat dan cita-cita yang ada. Dalam contoh seorang anak dapat kesempatan untuk mengembangkan kesenangannya dan bakatnya dalam peninjauan keproyek jalan raya. Ia dapat menunjukkan kemampuannya kepada teman-temannya dan mengembalikan harga dirinya. 3. Sosiodrama. Sosiodrama dipergunakan sebagai suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah social dengan melalui kegiatan bermain peranan. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu masalah social. Dalam kesempatan itu individu akan menghayati secara langsung situai masalah yang dihadapinya. Dari pementasan itu kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahanmasalahnya. 4. Home room program. Yaitu suatu program kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih baik, sehingga dapat membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan dalam kelas dalam bentuk pertemuan antara guru dengan murid diluar jam-jam pelajaran untuk membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu. Dalam program home room ini hendaknya diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan, sehingga murid-murid dapat mengutarakan perasaannya seperti dirumah. Dalam kesempatan ini diadakan Tanya jawab, merencanakan suatu kegiatan, menampung pendapat,dsb. Dalam contoh digambarkan guru merencanakan peninjauan keproyek jalan raya. Murid-murid diberikan kebebasan untuk berbicara, bertanya dan mengajukan usul. E. Langkah-langkah melakukan bimbingan konseling kelompok. Tahap pelaksanaan bimbingan kelompok menurut Prayitno (1995: 40) ada empat tahapan, yaitu: 1. Tahap I Pembentukan Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap pelibatan diri atau tahap memasukkan diri ke dalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahap ini pada umumnya para anggota saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan ataupun harapan-harapan yang ingin dicapai baik oleh masing-masing, sebagian, maupun seluruh anggota. Memberikan penjelasan tentang bimbingan kelompok sehingga masing-masing anggota akan tahu apa arti dari bimbingan kelompok dan mengapa bimbingan kelompok harus dilaksanakan serta menjelaskan aturan main yang akan diterapkan dalam bimbingan kelompok ini. Jika ada masalah dalam proses pelaksanaannya, mereka akan mengerti bagaimana cara menyelesaikannya. Asas kerahasiaan juga disampaikan kepada seluruh anggota agar orang lain tidak mengetahui permasalahan yang terjadi pada mereka. 2. Tahap II Peralihan Tahap kedua merupakan “jembatan” antara tahap pertama dan ketiga. Ada kalanya jembatan ditempuh dengan amat mudah dan lancar, artinya para anggota kelompok dapat segera memasuki kegiatan tahap ketiga dengan penuh kemauan dan kesukarelaan. Ada kalanya juga jembatan itu ditempuh dengan susah payah, artinya para anggota kelompok enggan memasuki tahap kegiatan keompok yang sebenarnya, yaitu tahap ketiga. Dalam keadaan seperti ini pemimpin kelompok, dengan gaya kepemimpinannya yang khas, membawa para anggota meniti jembatan itu dengan selamat. Adapun yang dilaksanakan dalam tahap ini yaitu: 1) Menjelaskan kegiaatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya; 2) menawarkan atau mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya; 3) membahas suasana yang terjadi; 4) meningkatkan kemampuan keikutsertaan anggota; 5) Bila perlu kembali kepada beberapa aspek tahap pertama. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin, yaitu: 1. Menerima suasana yang ada secara sabar dan terbuka 2. Tidak mempergunakan cara-cara yang bersifat langsung atau mengambil alih kekuasaannya. 3. Mendorong dibahasnya suasana perasaan. 4. Membuka diri, sebagai contoh dan penuh empati. 3. Tahap III Kegiatan Tahap ini merupakan inti dari kegiatan kelompok, maka aspek-aspek yang menjadi isi dan pengiringnya cukup banyak, dan masing-masing aspek tersebut perlu mendapat perhatian yang seksama dari pemimpin kelompok. ada beberapa yang harus dilakukan oleh pemimpin dalam tahap ini, yaitu sebagai pengatur proses kegiatan yang sabar dan terbuka, aktif akan tetapi tidak banyak bicara, dan memberikan dorongan dan penguatan serta penuh empati. Tahap ini ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan, yaitu: 1. Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan masalah atau topik bahasan. 2. Menetapkan masalah atau topik yang akan dibahas terlebih dahulu. 3. Anggota membahas masing-masing topik secara mendalam dan tuntas. 4. Kegiatan selingan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan agar dapat terungkapnya masalah atau topik yang dirasakan, dipikirkan dan dialami oleh anggota kelompok. Selain itu dapat terbahasnya masalah yang dikemukakan secara mendalam dan tuntas serta ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahasan baik yang menyangkut unsur tingkah laku, pemikiran ataupun perasaan. 4. Tahap IV Pengakhiran Pada tahap pengakhiran bimbingan kelompok, pokok perhatian utama bukanlah pada berapa kali kelompok itu harus bertemu, tetapi pada hasil yang telah dicapai oleh kelompok itu. Kegiatan kelompok sebelumnya dan hasil-hasil yang dicapai seyogyanya mendorong kelompok itu harus melakukan kegiatan sehingga tujuan bersama tercapai secara penuh. Dalam hal ini ada kelompok yang menetapkan sendiri kapan kelompok itu akan berhenti melakukan kegiatan, dan kemudian bertemu kembali untuk melakukan kegiatan. Ada beberapa hal yang dilakukan pada tahap ini, yaitu: 1. Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri. 2. Pemimpin dan anggota kelompok mengemukakan kesan dan hasil-hasil kegiatan. 3. Membahas kegiatan lanjutan. 4. Mengemukakan pesan dan harapan. Setelah kegiatan kelompok memasuki pada tahap pengakhiran, kegiatan kelompok hendaknya dipusatkan pada pembahasan dan penjelajahan tentang apakah para anggota kelompok mampu menerapkan hal-hal yang mereka pelajari (dalam suasana kelompok), pada kehidupan nyata mereka sehari-hari. 5. Tahap mengevaluasi kelompok. Didalam tahap mengevaluasi kelomopok terdapat 4 titik penting yang menjadi pokok pembahasanannya, yaitu : a. Evaluasi diri sendiri. b. Evaluasi pemimpin kelompok. c. Evaluas anggota kelompok dan fasilitator. d. Evaluasi diri sendiri anggota. 6. Tahap sesi tindak lanjut. Dalam hal ini fasilitator kelompok harus : a. Merencanakan sesi tindak lanjut atau follow up. b. Mengembangkan sumber rujukan professional kepada siapa mereka dapat merujuk saat anggota kelompok melanjutkan kegiatan professional dengan fasislitator tidak mungkin, dan. c. Menginformasikan anggota kelompok sumber bantuan lainnya. Daftar pustaka. Edi, kurnanto M. ( 2013 ). Konseling kelompok. Bandung : CV alfabeta. Corey,Gerald. ( 2013 ). Teori dan praktek konseling & psikoterapi. Bandung : PT Refika Aditama Nur kholidah,Enik.( 2013 ). Bimbingan konseling social. Yogyakarta : azzagrafika. Zulkarnain, wildan. ( 2013 ). Dinamika kelompok. Jakarta : bumi aksara. http://belajarpsikologi.com/tahap-pelaksanaan-bimbingan-kelompok/ diakses tanggal 12 maret 2015. Pukul 17.43 WIB http://warnaa-warnii.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-tujuan-bimbingan.html diakses tanggal 12 maret 2015. Pukul 17.45 WIB

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda